Bantul, 28 Mei 2026 – Dalam rangka memperingati Idul Adha 1447 H/2026 M, Yayasan Pionir Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Pengajian Tafsir Al-Kautsar pada Kamis (28/5/2026) di Aula SDIT LHI. Kegiatan yang diikuti oleh guru dan karyawan SIT LHI ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Acara dipandu oleh Ustadz Maulana dan Ustadz Fely Hilman sebagai pembawa acara. Kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ustadz Fawwaz, kemudian dilanjutkan dengan kajian inti yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Dahlan, Lc., M.A.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Dahlan mengajak seluruh peserta untuk mengambil hikmah dari kisah Nabi Ibrahim AS. yang diperintahkan Allah untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS. Beliau menjelaskan bahwa ujian tersebut bertujuan menunjukkan sejauh mana kecintaan dan ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah berada di atas segala sesuatu yang dicintainya.
Melalui momentum Idul Adha, peserta diajak untuk merenungkan berbagai “Ismail-Ismail kecil” yang mungkin masih menghalangi upaya mendidik generasi bangsa yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Penghalang tersebut dapat berupa rasa malas, ego sektoral, maupun kecintaan yang berlebihan terhadap kenyamanan pribadi.

“Idul Adha adalah momentum untuk menyembelih segala penghalang dalam diri kita demi menghadirkan pendidikan yang lebih baik dan bernilai ibadah,” ungkap beliau. Menurutnya, nilai utama Idul Adha adalah pengorbanan dan keikhlasan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS. dan Nabi Ismail AS. Setiap manusia pada waktunya akan diuji dengan sesuatu yang sangat dicintainya untuk membuktikan komitmen dan ketaatan kepada Allah.
Ustadz Ahmad Dahlan juga mengaitkan pesan Surah Al-Kautsar dengan peran para pendidik di SIT LHI. Beliau menyampaikan bahwa mengajar dan mengelola sekolah Islam merupakan bagian dari nikmat Al-Kautsar, yaitu nikmat yang melimpah yang Allah titipkan kepada para guru dan tenaga kependidikan.
Menjadi wasilah hidayah bagi peserta didik, menurut beliau, merupakan investasi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir dan tidak terputus. Setiap ilmu yang diajarkan, setiap huruf Al-Qur’an yang dibimbing, serta setiap akhlak baik yang ditanamkan akan terus mengalirkan pahala selama diamalkan oleh para siswa.

“Guru adalah arsitek peradaban, bukan sekadar pegawai,” tegasnya. Beliau mengingatkan bahwa berbagai amal yang tampak sederhana, seperti mengajarkan Al-Qur’an, mendampingi murid yang mengalami kesulitan, atau datang lebih awal untuk melayani peserta didik, dapat menjadi bagian dari Al-Kautsar yang besar nilainya di sisi Allah meskipun tidak selalu terlihat oleh manusia.
Kegiatan pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Habib. Setelah acara berakhir, seluruh guru dan karyawan SIT LHI menerima pembagian daging kurban sebagai bagian dari rangkaian peringatan Idul Adha tahun ini.
